About

free counters

bleach episode 535

tentu kalian tidak asing lagi dengan BLEACH,, manga jepang yang sanget seru menurutku hehe selamat membaca :)

"Jangan sentuh dia!!" Bentak Ryuuken. "Menurutmu kenapa dia begini sekarang...? Karena dia melindungimu!! Dia melanggar kode etik Quincy dan melindungimu, shinigami!! Dia terluka karena itu!! Kenapa Masaki harus jadi begini?!?"

Pemuda berkacamata itu naik pitam, tak terima dirinya melihat perempuan yang ingin dilindunginya itu di sentuh oleh sang shinigami. Dia tak ingin memulai sebenarnya, bila saja akhir dari niat baik Masaki tak seperti ini.

"Itu karena... luka yang waktu itu...?" Ucap Isshin tak percaya.

"Ini jelas luka bekas hollow. Memangnya apa lagi?! Kau... aku bersumpah akan..." Geram sang pemuda berambut perak. Mata di balik lensanya menatap tajam sang shinigami itu.

Bleach Chapter 535 - Everything but the Rain Op. 8
Teks Version by Bleach Indonesia

"Mohon hentikan. Bukan waktunya bertengkar." Terdengar suara lain menghentikan pertengkaran mereka. Seorang laki-laki yang sempat berpapasan dengan Masaki tempo hari, Urahara Kisuke. "Kalian berdua, ikut aku. Akan kuberitahu pilihan yang harus kalian lakukan untuk menyelamatkan perempuan itu."

|Defender |

"Aku terjatuh. Terjatuh ke dalam lubang yang senyap, senyap, gelap, sepi." Batin Masaki di dalam bawah sadarnya. Tubuhnya terlihat begitu lemah, bahkan membuka kelopak mata saja perempuan ini merasa tak mampu. Tak ada yang bisa dia lihat dari celah kecil di matanya. Hanya kegelapan--

--dan sebuah topeng hollow raksasa yang siap memakannya.

"Tapi entah kenapa, aku tak merasa takut. Aku yakin... ada seseorang yang sedang mengawasiku." Batinnya kembali berucap. Tubuhnya masih melayang, terombang ambing oleh tekanan diruang hampa itu, semakin dekat pada mulut sang hollow. "Siapa?"

...

Mereka bertiga --berempat dengan Masaki-- telah sampai di kediaman Urahara. Sang pemilik toko itu mempersilakan sang tamu masuk. Masih bersikap ramah, seperti sifat Urahara biasanya.

"Aku sudah meneliti kondisi yang sedang dialami perempuan itu selama 100 tahun." Sang tuan rumah memulai pembicaraan. Ucapannya terdengar begitu tenang, seolah masalah yang dihadapi oleh gadis quincy itu bukanlah hal yang sangat buruk.

"100 tahun?" Intonasi tak percaya melesat dari pengucapan Ryuuken.

"Jadi kau lebih tua daripada penampilanmu." Rasa penasaran juga tak luput dari pikiran Isshin. Tak terlalu percaya dengan ucapan laki-laki itu. Bagaimana mungkin, seorang dengan penampilan semuda itu telah berada sejak seratus tahun. Tak nampak sedikitpun keriput di wajah laki-laki itu. "Siapa kau?" Tanya Isshin pada akhirnya.

"Namaku Urahara Kisuke." Seolah tak ada niat baginya untuk menutup siapa dirinya. Ucapannya terdengar begitu jujur. "Aku diasingkan dari Soul Society."

Isshin tersentak sesaat. Dirinya menyadari siapa sebenarnya yang berada di hadapannya. Mendengar namanya saja, Isshin sudah mengerti bila dia adalah kriminal berat bagi Soul Society, sejak seratus tahun lalu. Ekspresi wajah shinigami divisi sepuluh itu mengatakan bila dirinya tahu betul sejarah Urahara itu. "Urahara Kisuke?! Kau..."

"Peduli amat siapa dirimu!!" Bentak Ryuuken setelah menghentakkan kakinya begitu ke lantai. Dia merasa tak ada waktu bagi mereka untuk saling berkenalan, disaat genting seperti itu. "Kau bisa menyelamatkan Masaki, 'kan?! Kembalikan dia seperti semula!!"

Urahara terdiam sesaat. "Aku tidak bilang aku bisa mengembalikannya seperti semula." Masih seperti biasa, laki-laki itu mengatakannya dengan begitu santai. "Jujur ya. Nona itu... Masaki-san... tak akan pernah kembali seperti dulu."

"Apa..." Tak hanya Ryuuken, Isshin-pun menunjukkan wajah tak percaya.

"Baringkan dia di sini." Ucap Urahara kembali. "Kondisi itu disebut "Hollowfikasi"."

Tanpa protes, pemuda berambut perak itupun membaringkan Masaki di tempat yang ditunjuk oleh Urahara. Tak ada alasan baginya untuk protes lebih lanjut. Dia mengerti hanya mengikuti ucapan sang tuan rumah yang bisa dia lakukan.

"Hollowfikasi..." Lanjut Urahara. "Berarti menyisipkan roh hollow ke dalam roh biasa, kemudian menghapus batas di antara keduanya untuk membentuk roh biasa tadi menjadi wujud yang lebih kuat. Aslinya, metode ini digunakan untuk memperkuat roh shinigami. Tapi teknologi yang kami miliki tak cukup kuat untuk mengendalikannya."

Keduanya hening, seolah dirinya baru saja mendengar hal seperti itu. "Ketika metode ini diterapkan pada Quincy, hasilnya jadi sama sekali berbeda."

"Tak bisa dikendalikan...?!" Ucap Ryuuken sedikit takut. "Apa itu artinya... kita tak bisa menyelamatkan Masaki...?"

"Bukan." Sanggah Urahara. "Kita memang tak bisa mengembalikannya seperti semula, tapi kita bisa menyelamatkan nyawanya. Ketika sebuah roh "dihollowfikasi" dan roh aslinya semakin bercampur dengan roh hollow, dia akan berubah menjadi monster yang tak berakal. Lama-kelamaan, bukan cuma batas antara dua roh itu saja yang terganggu. Tapi juga antara roh itu dengan lingkungan di sekitarnya. Akibatnya, roh tersebut akan menghancurkan dirinya sendiri. Proses ini disebut "Bunuh diri roh"."

Terlihat Ryuuken sedikit mengerti dengan penjelasan laki-laki yang selalu terlihat tenang itu. Namun, keduanya masih tetap terdiam, seperti ingin mendengar lebih detil apa yang sedang terjadi pada Masaki.

"Selama seratus tahun penelitianku. Aku sudah menemukan cara untuk mencegah "bunuh diri roh". Yaitu dengan menyisipkan kebalikan dari "hollowfikasi" ke dalam roh tersebut. Hancurnya batas antara roh biasa dengan roh hollow, yang merupakan inti dari hollowfikasi, terjadi karena dirusaknya keseimbangan batas antara dua roh tersebut. Yang artinya obyek lain yang berkebalikan dengan hollowfikasi akan mengembalikan keseimbangan tersebut dan mencegah hancurnya batas tersebut."

"Aku tak paham" Ucap Isshin jujur.

"Kuambil contoh konkretnya. Aku membuat vaksin dari panah Quincy dan roh manusia, lalu kusuntikkan ke dalam roh shinigami yang sudah terhollowfikasi. Hasilnya, aku berhasil mencegah "bunuh diri roh" dari setiap shinigami yang kusuntik. Tapi vaksin itu cuma bisa mencegah "bunuh diri roh". Untuk menyelamatkan nyawa perempuan itu, mencegah hollowfikasi, dan membiarkannya hidup sebagai manusia biasa, butuh kekuatan yang lebih dari itu. Butuh sesuatu yang bisa berada di dekatnya sampai dia meninggal, sesuatu yang menghalangi proses hollowfikasi. Kekuatan yang kuat dan berlawanan..."

"BOHONG!!!" Teriak Ryuuken tiba-tiba. Otak Putra Ishida ini menangkap setiap ucapan yang keluar dari mulut Urahara. Dia mengerti yang terjadi pada perempuan itu. Isshin hanya menoleh tak mengerti mengapa Ryuuken sampai bisa berteriak seperti itu. Putra shiba itu tak mengerti, tak mengerti apa yang ada dalam pikiran Ryuuken, kenyataan bahwa bukan dirinya --Ryuuken-- yang bisa menjadi harapan pada perempuan itu, di saat seperti ini. "Pa- pasti... pasti ada cara lain..." Ucapannya terdengar lebih pelan, kepalanya menunduk tak berdaya.

"Kau cerdas. Kau langsung paham masalahnya. Aku tahu kau tak akan setuju." Ucap Urahara. "Tapi Itu bukan pilihanmu."

"Yang bisa memilih adalah..."

Mata Ryuuken terpejam, seolah dirinya tak ingin mendengar lebih lanjut kalimat Urahara.

"Kau. Shiba Isshin." Mata Urahara menatap langsung pemuda berambut hitam itu. "Ini Gigai khusus yang kuciptakan. Terbuat dari roh manusia. Tubuh ini membungkus roh yang masuk ke dalamnya supaya bisa menyerupai tubuh manusia. Dengan kata lain, kalau kau masuk ke dalamnya, kau menjadi sesuatu di antara shinigami dan manusia. Kebalikan dari Quincy adalah shinigami. Kebalikan dari Hollow adalah manusia." Ucap Urahara panjang lebar.

"Kalau kau menggunakan ini, kau akan menjadi wujud yang sepenuhnya berkebalikan dari perempuan itu. Ini keputusanmu. Tapi pilihan ini akan banyak merugikanmu. Ketika kau berada dalam tubuh ini, kau bukan hanya tak bisa menggunakan kekuatan shinigami tapi kau juga tak bisa melihat hollow.Dan begitu kau masuk ke dalamnya kau mungkin tak akan bisa jadi shinigami lagi."

Kaki Ryuuken gemetar pelan. Batinnya penuh keraguan. "Terlalu banyak kerugiannya? Ya, ini cuma bakal merugikan shinigami seperti dia. Mustahil dia mau mengorbankan dirinya. Mustahil..."

"Supaya tubuh ini bisa berfungsi sebagai vaksin yang menghalangi hollowfikasi. Aku harus mengikat rohmu dengan benang reishi ke dalam roh perempuan ini dan hollow di dalamnya. Benang ini adalah benang yang mengikat roh. Sangat kuat, selama masih terikat, kau tak akan bisa keluar dari gigai itu. Artinya kau tak akan bisa keluar sampai perempuan itu dan hollow di dalamnya terlepas dari benang itu." Lanjut Urahara. "Dengan kata lain..."

"Iya, iya, paham. Akan kulakukan!" Ucap Isshin langsung.

"Apa?" Kedua tercengang, mereka tidak percaya kalau shinigami ini akan mengambil keputusan secepat ini. Seakan dia tak mendengar apa yang akan dia dapat setelah melakukan hal ini. Namun, memang begitulah dia.

"Kubilang akan kulakukan! Ayo cepat! Penjelasanmu bertele-tele!" Ucap Isshin kembali. "Kita cuma buang-buang waktu kalau begini terus! Ini artinya aku harus berhenti jadi shinigami dan melindunginya seumur hidupku, 'kan?! Jelas akan kulakukan!"

"Kau tak akan menyesal?" Tanya Urahara menyakinkan.

"Jelas aku akan menyesal!nBanyak yang bisa kusesali! Tapi peduli amat?" Jawab Isshin. "Kalau aku membiarkan orang yang menyelamatkanku mati cuma karena hal-hal yang bisa membuatku menyesal, aku bisa malu pada diri sendiri!"

Hening... tak ada yang berkata sepatah katapun setelah itu. Ryuuken sendiri menundukkan kepalanya. Entah apa yang dirasakan oleh pemuda kelahiran Quincy itu, merasa kecewa karena bukan dirinya yang menjadi penyelamat Masaki, mungkin, merasa senang karena ada shinigami yang mau berkorbang demi Masaki, mungkin. Tak ada yang tahu perasaannya saat itu.

"Begitu. Mendekatlah." Pinta Urahara. "Akan kumulai operasinya."

...

Tak butuh waktu lama bagi seorang seperti Urahara melakukan semuanya. Tak ada yang bisa menandingi pengalamannya yang sudah seratus tahun. Dalam beberapa saat, operasinya telah berhasil. Ishiin telah masih dalamgigai khusus buatan mantan Juunibantai Taichou itu. Dan mulai masuk dalam alam bawah sadar Masaki yang sudah terikat dengannya.

Di sana, Masaki mulai mendekat dengan mulut hollow yang memamerkan gigi-gigi putih nan besarnya itu. Mulai terseret ke dalam ruang hampa di balik mulut besar itu. Tak ada yang bisa dia lakukan, tubuhnya hanya bisa hanyut memasuki mulut hollow yang mulai menganga. Namun, seseoarang yang dia yakinin untuk menolong telah berada di sisinya, merangkul tubuh kecilnya.

"Hei. Aku ke sini untuk melindungimu." Iya, Shiba Isshin datang tepat pada waktunya. - See more at: http://barqahs.blogspot.com/2013/04/alur-cerita-bleach-535.html#sthash.VJ5imjix.dpuf
 
"Jangan sentuh dia!!" Bentak Ryuuken. "Menurutmu kenapa dia begini sekarang...? Karena dia melindungimu!! Dia melanggar kode etik Quincy dan melindungimu, shinigami!! Dia terluka karena itu!! Kenapa Masaki harus jadi begini?!?"

Pemuda berkacamata itu naik pitam, tak terima dirinya melihat perempuan yang ingin dilindunginya itu di sentuh oleh sang shinigami. Dia tak ingin memulai sebenarnya, bila saja akhir dari niat baik Masaki tak seperti ini.

"Itu karena... luka yang waktu itu...?" Ucap Isshin tak percaya.

"Ini jelas luka bekas hollow. Memangnya apa lagi?! Kau... aku bersumpah akan..." Geram sang pemuda berambut perak. Mata di balik lensanya menatap tajam sang shinigami itu.

Bleach Chapter 535 - Everything but the Rain Op. 8
Teks Version by Bleach Indonesia

"Mohon hentikan. Bukan waktunya bertengkar." Terdengar suara lain menghentikan pertengkaran mereka. Seorang laki-laki yang sempat berpapasan dengan Masaki tempo hari, Urahara Kisuke. "Kalian berdua, ikut aku. Akan kuberitahu pilihan yang harus kalian lakukan untuk menyelamatkan perempuan itu."

|Defender |

"Aku terjatuh. Terjatuh ke dalam lubang yang senyap, senyap, gelap, sepi." Batin Masaki di dalam bawah sadarnya. Tubuhnya terlihat begitu lemah, bahkan membuka kelopak mata saja perempuan ini merasa tak mampu. Tak ada yang bisa dia lihat dari celah kecil di matanya. Hanya kegelapan--

--dan sebuah topeng hollow raksasa yang siap memakannya.

"Tapi entah kenapa, aku tak merasa takut. Aku yakin... ada seseorang yang sedang mengawasiku." Batinnya kembali berucap. Tubuhnya masih melayang, terombang ambing oleh tekanan diruang hampa itu, semakin dekat pada mulut sang hollow. "Siapa?"

...

Mereka bertiga --berempat dengan Masaki-- telah sampai di kediaman Urahara. Sang pemilik toko itu mempersilakan sang tamu masuk. Masih bersikap ramah, seperti sifat Urahara biasanya.

"Aku sudah meneliti kondisi yang sedang dialami perempuan itu selama 100 tahun." Sang tuan rumah memulai pembicaraan. Ucapannya terdengar begitu tenang, seolah masalah yang dihadapi oleh gadis quincy itu bukanlah hal yang sangat buruk.

"100 tahun?" Intonasi tak percaya melesat dari pengucapan Ryuuken.

"Jadi kau lebih tua daripada penampilanmu." Rasa penasaran juga tak luput dari pikiran Isshin. Tak terlalu percaya dengan ucapan laki-laki itu. Bagaimana mungkin, seorang dengan penampilan semuda itu telah berada sejak seratus tahun. Tak nampak sedikitpun keriput di wajah laki-laki itu. "Siapa kau?" Tanya Isshin pada akhirnya.

"Namaku Urahara Kisuke." Seolah tak ada niat baginya untuk menutup siapa dirinya. Ucapannya terdengar begitu jujur. "Aku diasingkan dari Soul Society."

Isshin tersentak sesaat. Dirinya menyadari siapa sebenarnya yang berada di hadapannya. Mendengar namanya saja, Isshin sudah mengerti bila dia adalah kriminal berat bagi Soul Society, sejak seratus tahun lalu. Ekspresi wajah shinigami divisi sepuluh itu mengatakan bila dirinya tahu betul sejarah Urahara itu. "Urahara Kisuke?! Kau..."

"Peduli amat siapa dirimu!!" Bentak Ryuuken setelah menghentakkan kakinya begitu ke lantai. Dia merasa tak ada waktu bagi mereka untuk saling berkenalan, disaat genting seperti itu. "Kau bisa menyelamatkan Masaki, 'kan?! Kembalikan dia seperti semula!!"

Urahara terdiam sesaat. "Aku tidak bilang aku bisa mengembalikannya seperti semula." Masih seperti biasa, laki-laki itu mengatakannya dengan begitu santai. "Jujur ya. Nona itu... Masaki-san... tak akan pernah kembali seperti dulu."

"Apa..." Tak hanya Ryuuken, Isshin-pun menunjukkan wajah tak percaya.

"Baringkan dia di sini." Ucap Urahara kembali. "Kondisi itu disebut "Hollowfikasi"."

Tanpa protes, pemuda berambut perak itupun membaringkan Masaki di tempat yang ditunjuk oleh Urahara. Tak ada alasan baginya untuk protes lebih lanjut. Dia mengerti hanya mengikuti ucapan sang tuan rumah yang bisa dia lakukan.

"Hollowfikasi..." Lanjut Urahara. "Berarti menyisipkan roh hollow ke dalam roh biasa, kemudian menghapus batas di antara keduanya untuk membentuk roh biasa tadi menjadi wujud yang lebih kuat. Aslinya, metode ini digunakan untuk memperkuat roh shinigami. Tapi teknologi yang kami miliki tak cukup kuat untuk mengendalikannya."

Keduanya hening, seolah dirinya baru saja mendengar hal seperti itu. "Ketika metode ini diterapkan pada Quincy, hasilnya jadi sama sekali berbeda."

"Tak bisa dikendalikan...?!" Ucap Ryuuken sedikit takut. "Apa itu artinya... kita tak bisa menyelamatkan Masaki...?"

"Bukan." Sanggah Urahara. "Kita memang tak bisa mengembalikannya seperti semula, tapi kita bisa menyelamatkan nyawanya. Ketika sebuah roh "dihollowfikasi" dan roh aslinya semakin bercampur dengan roh hollow, dia akan berubah menjadi monster yang tak berakal. Lama-kelamaan, bukan cuma batas antara dua roh itu saja yang terganggu. Tapi juga antara roh itu dengan lingkungan di sekitarnya. Akibatnya, roh tersebut akan menghancurkan dirinya sendiri. Proses ini disebut "Bunuh diri roh"."

Terlihat Ryuuken sedikit mengerti dengan penjelasan laki-laki yang selalu terlihat tenang itu. Namun, keduanya masih tetap terdiam, seperti ingin mendengar lebih detil apa yang sedang terjadi pada Masaki.

"Selama seratus tahun penelitianku. Aku sudah menemukan cara untuk mencegah "bunuh diri roh". Yaitu dengan menyisipkan kebalikan dari "hollowfikasi" ke dalam roh tersebut. Hancurnya batas antara roh biasa dengan roh hollow, yang merupakan inti dari hollowfikasi, terjadi karena dirusaknya keseimbangan batas antara dua roh tersebut. Yang artinya obyek lain yang berkebalikan dengan hollowfikasi akan mengembalikan keseimbangan tersebut dan mencegah hancurnya batas tersebut."

"Aku tak paham" Ucap Isshin jujur.

"Kuambil contoh konkretnya. Aku membuat vaksin dari panah Quincy dan roh manusia, lalu kusuntikkan ke dalam roh shinigami yang sudah terhollowfikasi. Hasilnya, aku berhasil mencegah "bunuh diri roh" dari setiap shinigami yang kusuntik. Tapi vaksin itu cuma bisa mencegah "bunuh diri roh". Untuk menyelamatkan nyawa perempuan itu, mencegah hollowfikasi, dan membiarkannya hidup sebagai manusia biasa, butuh kekuatan yang lebih dari itu. Butuh sesuatu yang bisa berada di dekatnya sampai dia meninggal, sesuatu yang menghalangi proses hollowfikasi. Kekuatan yang kuat dan berlawanan..."

"BOHONG!!!" Teriak Ryuuken tiba-tiba. Otak Putra Ishida ini menangkap setiap ucapan yang keluar dari mulut Urahara. Dia mengerti yang terjadi pada perempuan itu. Isshin hanya menoleh tak mengerti mengapa Ryuuken sampai bisa berteriak seperti itu. Putra shiba itu tak mengerti, tak mengerti apa yang ada dalam pikiran Ryuuken, kenyataan bahwa bukan dirinya --Ryuuken-- yang bisa menjadi harapan pada perempuan itu, di saat seperti ini. "Pa- pasti... pasti ada cara lain..." Ucapannya terdengar lebih pelan, kepalanya menunduk tak berdaya.

"Kau cerdas. Kau langsung paham masalahnya. Aku tahu kau tak akan setuju." Ucap Urahara. "Tapi Itu bukan pilihanmu."

"Yang bisa memilih adalah..."

Mata Ryuuken terpejam, seolah dirinya tak ingin mendengar lebih lanjut kalimat Urahara.

"Kau. Shiba Isshin." Mata Urahara menatap langsung pemuda berambut hitam itu. "Ini Gigai khusus yang kuciptakan. Terbuat dari roh manusia. Tubuh ini membungkus roh yang masuk ke dalamnya supaya bisa menyerupai tubuh manusia. Dengan kata lain, kalau kau masuk ke dalamnya, kau menjadi sesuatu di antara shinigami dan manusia. Kebalikan dari Quincy adalah shinigami. Kebalikan dari Hollow adalah manusia." Ucap Urahara panjang lebar.

"Kalau kau menggunakan ini, kau akan menjadi wujud yang sepenuhnya berkebalikan dari perempuan itu. Ini keputusanmu. Tapi pilihan ini akan banyak merugikanmu. Ketika kau berada dalam tubuh ini, kau bukan hanya tak bisa menggunakan kekuatan shinigami tapi kau juga tak bisa melihat hollow.Dan begitu kau masuk ke dalamnya kau mungkin tak akan bisa jadi shinigami lagi."

Kaki Ryuuken gemetar pelan. Batinnya penuh keraguan. "Terlalu banyak kerugiannya? Ya, ini cuma bakal merugikan shinigami seperti dia. Mustahil dia mau mengorbankan dirinya. Mustahil..."

"Supaya tubuh ini bisa berfungsi sebagai vaksin yang menghalangi hollowfikasi. Aku harus mengikat rohmu dengan benang reishi ke dalam roh perempuan ini dan hollow di dalamnya. Benang ini adalah benang yang mengikat roh. Sangat kuat, selama masih terikat, kau tak akan bisa keluar dari gigai itu. Artinya kau tak akan bisa keluar sampai perempuan itu dan hollow di dalamnya terlepas dari benang itu." Lanjut Urahara. "Dengan kata lain..."

"Iya, iya, paham. Akan kulakukan!" Ucap Isshin langsung.

"Apa?" Kedua tercengang, mereka tidak percaya kalau shinigami ini akan mengambil keputusan secepat ini. Seakan dia tak mendengar apa yang akan dia dapat setelah melakukan hal ini. Namun, memang begitulah dia.

"Kubilang akan kulakukan! Ayo cepat! Penjelasanmu bertele-tele!" Ucap Isshin kembali. "Kita cuma buang-buang waktu kalau begini terus! Ini artinya aku harus berhenti jadi shinigami dan melindunginya seumur hidupku, 'kan?! Jelas akan kulakukan!"

"Kau tak akan menyesal?" Tanya Urahara menyakinkan.

"Jelas aku akan menyesal!nBanyak yang bisa kusesali! Tapi peduli amat?" Jawab Isshin. "Kalau aku membiarkan orang yang menyelamatkanku mati cuma karena hal-hal yang bisa membuatku menyesal, aku bisa malu pada diri sendiri!"

Hening... tak ada yang berkata sepatah katapun setelah itu. Ryuuken sendiri menundukkan kepalanya. Entah apa yang dirasakan oleh pemuda kelahiran Quincy itu, merasa kecewa karena bukan dirinya yang menjadi penyelamat Masaki, mungkin, merasa senang karena ada shinigami yang mau berkorbang demi Masaki, mungkin. Tak ada yang tahu perasaannya saat itu.

"Begitu. Mendekatlah." Pinta Urahara. "Akan kumulai operasinya."

...

Tak butuh waktu lama bagi seorang seperti Urahara melakukan semuanya. Tak ada yang bisa menandingi pengalamannya yang sudah seratus tahun. Dalam beberapa saat, operasinya telah berhasil. Ishiin telah masih dalamgigai khusus buatan mantan Juunibantai Taichou itu. Dan mulai masuk dalam alam bawah sadar Masaki yang sudah terikat dengannya.

Di sana, Masaki mulai mendekat dengan mulut hollow yang memamerkan gigi-gigi putih nan besarnya itu. Mulai terseret ke dalam ruang hampa di balik mulut besar itu. Tak ada yang bisa dia lakukan, tubuhnya hanya bisa hanyut memasuki mulut hollow yang mulai menganga. Namun, seseoarang yang dia yakinin untuk menolong telah berada di sisinya, merangkul tubuh kecilnya.

"Hei. Aku ke sini untuk melindungimu." Iya, Shiba Isshin datang tepat pada waktunya

selanjutnya bleach episode 536 akan saya posting di awal bulan mei
"Jangan sentuh dia!!" Bentak Ryuuken. "Menurutmu kenapa dia begini sekarang...? Karena dia melindungimu!! Dia melanggar kode etik Quincy dan melindungimu, shinigami!! Dia terluka karena itu!! Kenapa Masaki harus jadi begini?!?"

Pemuda berkacamata itu naik pitam, tak terima dirinya melihat perempuan yang ingin dilindunginya itu di sentuh oleh sang shinigami. Dia tak ingin memulai sebenarnya, bila saja akhir dari niat baik Masaki tak seperti ini.

"Itu karena... luka yang waktu itu...?" Ucap Isshin tak percaya.

"Ini jelas luka bekas hollow. Memangnya apa lagi?! Kau... aku bersumpah akan..." Geram sang pemuda berambut perak. Mata di balik lensanya menatap tajam sang shinigami itu.

Bleach Chapter 535 - Everything but the Rain Op. 8
Teks Version by Bleach Indonesia

"Mohon hentikan. Bukan waktunya bertengkar." Terdengar suara lain menghentikan pertengkaran mereka. Seorang laki-laki yang sempat berpapasan dengan Masaki tempo hari, Urahara Kisuke. "Kalian berdua, ikut aku. Akan kuberitahu pilihan yang harus kalian lakukan untuk menyelamatkan perempuan itu."

|Defender |

"Aku terjatuh. Terjatuh ke dalam lubang yang senyap, senyap, gelap, sepi." Batin Masaki di dalam bawah sadarnya. Tubuhnya terlihat begitu lemah, bahkan membuka kelopak mata saja perempuan ini merasa tak mampu. Tak ada yang bisa dia lihat dari celah kecil di matanya. Hanya kegelapan--

--dan sebuah topeng hollow raksasa yang siap memakannya.

"Tapi entah kenapa, aku tak merasa takut. Aku yakin... ada seseorang yang sedang mengawasiku." Batinnya kembali berucap. Tubuhnya masih melayang, terombang ambing oleh tekanan diruang hampa itu, semakin dekat pada mulut sang hollow. "Siapa?"

...

Mereka bertiga --berempat dengan Masaki-- telah sampai di kediaman Urahara. Sang pemilik toko itu mempersilakan sang tamu masuk. Masih bersikap ramah, seperti sifat Urahara biasanya.

"Aku sudah meneliti kondisi yang sedang dialami perempuan itu selama 100 tahun." Sang tuan rumah memulai pembicaraan. Ucapannya terdengar begitu tenang, seolah masalah yang dihadapi oleh gadis quincy itu bukanlah hal yang sangat buruk.

"100 tahun?" Intonasi tak percaya melesat dari pengucapan Ryuuken.

"Jadi kau lebih tua daripada penampilanmu." Rasa penasaran juga tak luput dari pikiran Isshin. Tak terlalu percaya dengan ucapan laki-laki itu. Bagaimana mungkin, seorang dengan penampilan semuda itu telah berada sejak seratus tahun. Tak nampak sedikitpun keriput di wajah laki-laki itu. "Siapa kau?" Tanya Isshin pada akhirnya.

"Namaku Urahara Kisuke." Seolah tak ada niat baginya untuk menutup siapa dirinya. Ucapannya terdengar begitu jujur. "Aku diasingkan dari Soul Society."

Isshin tersentak sesaat. Dirinya menyadari siapa sebenarnya yang berada di hadapannya. Mendengar namanya saja, Isshin sudah mengerti bila dia adalah kriminal berat bagi Soul Society, sejak seratus tahun lalu. Ekspresi wajah shinigami divisi sepuluh itu mengatakan bila dirinya tahu betul sejarah Urahara itu. "Urahara Kisuke?! Kau..."

"Peduli amat siapa dirimu!!" Bentak Ryuuken setelah menghentakkan kakinya begitu ke lantai. Dia merasa tak ada waktu bagi mereka untuk saling berkenalan, disaat genting seperti itu. "Kau bisa menyelamatkan Masaki, 'kan?! Kembalikan dia seperti semula!!"

Urahara terdiam sesaat. "Aku tidak bilang aku bisa mengembalikannya seperti semula." Masih seperti biasa, laki-laki itu mengatakannya dengan begitu santai. "Jujur ya. Nona itu... Masaki-san... tak akan pernah kembali seperti dulu."

"Apa..." Tak hanya Ryuuken, Isshin-pun menunjukkan wajah tak percaya.

"Baringkan dia di sini." Ucap Urahara kembali. "Kondisi itu disebut "Hollowfikasi"."

Tanpa protes, pemuda berambut perak itupun membaringkan Masaki di tempat yang ditunjuk oleh Urahara. Tak ada alasan baginya untuk protes lebih lanjut. Dia mengerti hanya mengikuti ucapan sang tuan rumah yang bisa dia lakukan.

"Hollowfikasi..." Lanjut Urahara. "Berarti menyisipkan roh hollow ke dalam roh biasa, kemudian menghapus batas di antara keduanya untuk membentuk roh biasa tadi menjadi wujud yang lebih kuat. Aslinya, metode ini digunakan untuk memperkuat roh shinigami. Tapi teknologi yang kami miliki tak cukup kuat untuk mengendalikannya."

Keduanya hening, seolah dirinya baru saja mendengar hal seperti itu. "Ketika metode ini diterapkan pada Quincy, hasilnya jadi sama sekali berbeda."

"Tak bisa dikendalikan...?!" Ucap Ryuuken sedikit takut. "Apa itu artinya... kita tak bisa menyelamatkan Masaki...?"

"Bukan." Sanggah Urahara. "Kita memang tak bisa mengembalikannya seperti semula, tapi kita bisa menyelamatkan nyawanya. Ketika sebuah roh "dihollowfikasi" dan roh aslinya semakin bercampur dengan roh hollow, dia akan berubah menjadi monster yang tak berakal. Lama-kelamaan, bukan cuma batas antara dua roh itu saja yang terganggu. Tapi juga antara roh itu dengan lingkungan di sekitarnya. Akibatnya, roh tersebut akan menghancurkan dirinya sendiri. Proses ini disebut "Bunuh diri roh"."

Terlihat Ryuuken sedikit mengerti dengan penjelasan laki-laki yang selalu terlihat tenang itu. Namun, keduanya masih tetap terdiam, seperti ingin mendengar lebih detil apa yang sedang terjadi pada Masaki.

"Selama seratus tahun penelitianku. Aku sudah menemukan cara untuk mencegah "bunuh diri roh". Yaitu dengan menyisipkan kebalikan dari "hollowfikasi" ke dalam roh tersebut. Hancurnya batas antara roh biasa dengan roh hollow, yang merupakan inti dari hollowfikasi, terjadi karena dirusaknya keseimbangan batas antara dua roh tersebut. Yang artinya obyek lain yang berkebalikan dengan hollowfikasi akan mengembalikan keseimbangan tersebut dan mencegah hancurnya batas tersebut."

"Aku tak paham" Ucap Isshin jujur.

"Kuambil contoh konkretnya. Aku membuat vaksin dari panah Quincy dan roh manusia, lalu kusuntikkan ke dalam roh shinigami yang sudah terhollowfikasi. Hasilnya, aku berhasil mencegah "bunuh diri roh" dari setiap shinigami yang kusuntik. Tapi vaksin itu cuma bisa mencegah "bunuh diri roh". Untuk menyelamatkan nyawa perempuan itu, mencegah hollowfikasi, dan membiarkannya hidup sebagai manusia biasa, butuh kekuatan yang lebih dari itu. Butuh sesuatu yang bisa berada di dekatnya sampai dia meninggal, sesuatu yang menghalangi proses hollowfikasi. Kekuatan yang kuat dan berlawanan..."

"BOHONG!!!" Teriak Ryuuken tiba-tiba. Otak Putra Ishida ini menangkap setiap ucapan yang keluar dari mulut Urahara. Dia mengerti yang terjadi pada perempuan itu. Isshin hanya menoleh tak mengerti mengapa Ryuuken sampai bisa berteriak seperti itu. Putra shiba itu tak mengerti, tak mengerti apa yang ada dalam pikiran Ryuuken, kenyataan bahwa bukan dirinya --Ryuuken-- yang bisa menjadi harapan pada perempuan itu, di saat seperti ini. "Pa- pasti... pasti ada cara lain..." Ucapannya terdengar lebih pelan, kepalanya menunduk tak berdaya.

"Kau cerdas. Kau langsung paham masalahnya. Aku tahu kau tak akan setuju." Ucap Urahara. "Tapi Itu bukan pilihanmu."

"Yang bisa memilih adalah..."

Mata Ryuuken terpejam, seolah dirinya tak ingin mendengar lebih lanjut kalimat Urahara.

"Kau. Shiba Isshin." Mata Urahara menatap langsung pemuda berambut hitam itu. "Ini Gigai khusus yang kuciptakan. Terbuat dari roh manusia. Tubuh ini membungkus roh yang masuk ke dalamnya supaya bisa menyerupai tubuh manusia. Dengan kata lain, kalau kau masuk ke dalamnya, kau menjadi sesuatu di antara shinigami dan manusia. Kebalikan dari Quincy adalah shinigami. Kebalikan dari Hollow adalah manusia." Ucap Urahara panjang lebar.

"Kalau kau menggunakan ini, kau akan menjadi wujud yang sepenuhnya berkebalikan dari perempuan itu. Ini keputusanmu. Tapi pilihan ini akan banyak merugikanmu. Ketika kau berada dalam tubuh ini, kau bukan hanya tak bisa menggunakan kekuatan shinigami tapi kau juga tak bisa melihat hollow.Dan begitu kau masuk ke dalamnya kau mungkin tak akan bisa jadi shinigami lagi."

Kaki Ryuuken gemetar pelan. Batinnya penuh keraguan. "Terlalu banyak kerugiannya? Ya, ini cuma bakal merugikan shinigami seperti dia. Mustahil dia mau mengorbankan dirinya. Mustahil..."

"Supaya tubuh ini bisa berfungsi sebagai vaksin yang menghalangi hollowfikasi. Aku harus mengikat rohmu dengan benang reishi ke dalam roh perempuan ini dan hollow di dalamnya. Benang ini adalah benang yang mengikat roh. Sangat kuat, selama masih terikat, kau tak akan bisa keluar dari gigai itu. Artinya kau tak akan bisa keluar sampai perempuan itu dan hollow di dalamnya terlepas dari benang itu." Lanjut Urahara. "Dengan kata lain..."

"Iya, iya, paham. Akan kulakukan!" Ucap Isshin langsung.

"Apa?" Kedua tercengang, mereka tidak percaya kalau shinigami ini akan mengambil keputusan secepat ini. Seakan dia tak mendengar apa yang akan dia dapat setelah melakukan hal ini. Namun, memang begitulah dia.

"Kubilang akan kulakukan! Ayo cepat! Penjelasanmu bertele-tele!" Ucap Isshin kembali. "Kita cuma buang-buang waktu kalau begini terus! Ini artinya aku harus berhenti jadi shinigami dan melindunginya seumur hidupku, 'kan?! Jelas akan kulakukan!"

"Kau tak akan menyesal?" Tanya Urahara menyakinkan.

"Jelas aku akan menyesal!nBanyak yang bisa kusesali! Tapi peduli amat?" Jawab Isshin. "Kalau aku membiarkan orang yang menyelamatkanku mati cuma karena hal-hal yang bisa membuatku menyesal, aku bisa malu pada diri sendiri!"

Hening... tak ada yang berkata sepatah katapun setelah itu. Ryuuken sendiri menundukkan kepalanya. Entah apa yang dirasakan oleh pemuda kelahiran Quincy itu, merasa kecewa karena bukan dirinya yang menjadi penyelamat Masaki, mungkin, merasa senang karena ada shinigami yang mau berkorbang demi Masaki, mungkin. Tak ada yang tahu perasaannya saat itu.

"Begitu. Mendekatlah." Pinta Urahara. "Akan kumulai operasinya."

...

Tak butuh waktu lama bagi seorang seperti Urahara melakukan semuanya. Tak ada yang bisa menandingi pengalamannya yang sudah seratus tahun. Dalam beberapa saat, operasinya telah berhasil. Ishiin telah masih dalamgigai khusus buatan mantan Juunibantai Taichou itu. Dan mulai masuk dalam alam bawah sadar Masaki yang sudah terikat dengannya.

Di sana, Masaki mulai mendekat dengan mulut hollow yang memamerkan gigi-gigi putih nan besarnya itu. Mulai terseret ke dalam ruang hampa di balik mulut besar itu. Tak ada yang bisa dia lakukan, tubuhnya hanya bisa hanyut memasuki mulut hollow yang mulai menganga. Namun, seseoarang yang dia yakinin untuk menolong telah berada di sisinya, merangkul tubuh kecilnya.

"Hei. Aku ke sini untuk melindungimu." Iya, Shiba Isshin datang tepat pada waktunya. - See more at: http://barqahs.blogspot.com/2013/04/alur-cerita-bleach-535.html#sthash.VJ5imjix.dpuf
"Jangan sentuh dia!!" Bentak Ryuuken. "Menurutmu kenapa dia begini sekarang...? Karena dia melindungimu!! Dia melanggar kode etik Quincy dan melindungimu, shinigami!! Dia terluka karena itu!! Kenapa Masaki harus jadi begini?!?"

Pemuda berkacamata itu naik pitam, tak terima dirinya melihat perempuan yang ingin dilindunginya itu di sentuh oleh sang shinigami. Dia tak ingin memulai sebenarnya, bila saja akhir dari niat baik Masaki tak seperti ini.

"Itu karena... luka yang waktu itu...?" Ucap Isshin tak percaya.

"Ini jelas luka bekas hollow. Memangnya apa lagi?! Kau... aku bersumpah akan..." Geram sang pemuda berambut perak. Mata di balik lensanya menatap tajam sang shinigami itu.

Bleach Chapter 535 - Everything but the Rain Op. 8
Teks Version by Bleach Indonesia

"Mohon hentikan. Bukan waktunya bertengkar." Terdengar suara lain menghentikan pertengkaran mereka. Seorang laki-laki yang sempat berpapasan dengan Masaki tempo hari, Urahara Kisuke. "Kalian berdua, ikut aku. Akan kuberitahu pilihan yang harus kalian lakukan untuk menyelamatkan perempuan itu."

|Defender |

"Aku terjatuh. Terjatuh ke dalam lubang yang senyap, senyap, gelap, sepi." Batin Masaki di dalam bawah sadarnya. Tubuhnya terlihat begitu lemah, bahkan membuka kelopak mata saja perempuan ini merasa tak mampu. Tak ada yang bisa dia lihat dari celah kecil di matanya. Hanya kegelapan--

--dan sebuah topeng hollow raksasa yang siap memakannya.

"Tapi entah kenapa, aku tak merasa takut. Aku yakin... ada seseorang yang sedang mengawasiku." Batinnya kembali berucap. Tubuhnya masih melayang, terombang ambing oleh tekanan diruang hampa itu, semakin dekat pada mulut sang hollow. "Siapa?"

...

Mereka bertiga --berempat dengan Masaki-- telah sampai di kediaman Urahara. Sang pemilik toko itu mempersilakan sang tamu masuk. Masih bersikap ramah, seperti sifat Urahara biasanya.

"Aku sudah meneliti kondisi yang sedang dialami perempuan itu selama 100 tahun." Sang tuan rumah memulai pembicaraan. Ucapannya terdengar begitu tenang, seolah masalah yang dihadapi oleh gadis quincy itu bukanlah hal yang sangat buruk.

"100 tahun?" Intonasi tak percaya melesat dari pengucapan Ryuuken.

"Jadi kau lebih tua daripada penampilanmu." Rasa penasaran juga tak luput dari pikiran Isshin. Tak terlalu percaya dengan ucapan laki-laki itu. Bagaimana mungkin, seorang dengan penampilan semuda itu telah berada sejak seratus tahun. Tak nampak sedikitpun keriput di wajah laki-laki itu. "Siapa kau?" Tanya Isshin pada akhirnya.

"Namaku Urahara Kisuke." Seolah tak ada niat baginya untuk menutup siapa dirinya. Ucapannya terdengar begitu jujur. "Aku diasingkan dari Soul Society."

Isshin tersentak sesaat. Dirinya menyadari siapa sebenarnya yang berada di hadapannya. Mendengar namanya saja, Isshin sudah mengerti bila dia adalah kriminal berat bagi Soul Society, sejak seratus tahun lalu. Ekspresi wajah shinigami divisi sepuluh itu mengatakan bila dirinya tahu betul sejarah Urahara itu. "Urahara Kisuke?! Kau..."

"Peduli amat siapa dirimu!!" Bentak Ryuuken setelah menghentakkan kakinya begitu ke lantai. Dia merasa tak ada waktu bagi mereka untuk saling berkenalan, disaat genting seperti itu. "Kau bisa menyelamatkan Masaki, 'kan?! Kembalikan dia seperti semula!!"

Urahara terdiam sesaat. "Aku tidak bilang aku bisa mengembalikannya seperti semula." Masih seperti biasa, laki-laki itu mengatakannya dengan begitu santai. "Jujur ya. Nona itu... Masaki-san... tak akan pernah kembali seperti dulu."

"Apa..." Tak hanya Ryuuken, Isshin-pun menunjukkan wajah tak percaya.

"Baringkan dia di sini." Ucap Urahara kembali. "Kondisi itu disebut "Hollowfikasi"."

Tanpa protes, pemuda berambut perak itupun membaringkan Masaki di tempat yang ditunjuk oleh Urahara. Tak ada alasan baginya untuk protes lebih lanjut. Dia mengerti hanya mengikuti ucapan sang tuan rumah yang bisa dia lakukan.

"Hollowfikasi..." Lanjut Urahara. "Berarti menyisipkan roh hollow ke dalam roh biasa, kemudian menghapus batas di antara keduanya untuk membentuk roh biasa tadi menjadi wujud yang lebih kuat. Aslinya, metode ini digunakan untuk memperkuat roh shinigami. Tapi teknologi yang kami miliki tak cukup kuat untuk mengendalikannya."

Keduanya hening, seolah dirinya baru saja mendengar hal seperti itu. "Ketika metode ini diterapkan pada Quincy, hasilnya jadi sama sekali berbeda."

"Tak bisa dikendalikan...?!" Ucap Ryuuken sedikit takut. "Apa itu artinya... kita tak bisa menyelamatkan Masaki...?"

"Bukan." Sanggah Urahara. "Kita memang tak bisa mengembalikannya seperti semula, tapi kita bisa menyelamatkan nyawanya. Ketika sebuah roh "dihollowfikasi" dan roh aslinya semakin bercampur dengan roh hollow, dia akan berubah menjadi monster yang tak berakal. Lama-kelamaan, bukan cuma batas antara dua roh itu saja yang terganggu. Tapi juga antara roh itu dengan lingkungan di sekitarnya. Akibatnya, roh tersebut akan menghancurkan dirinya sendiri. Proses ini disebut "Bunuh diri roh"."

Terlihat Ryuuken sedikit mengerti dengan penjelasan laki-laki yang selalu terlihat tenang itu. Namun, keduanya masih tetap terdiam, seperti ingin mendengar lebih detil apa yang sedang terjadi pada Masaki.

"Selama seratus tahun penelitianku. Aku sudah menemukan cara untuk mencegah "bunuh diri roh". Yaitu dengan menyisipkan kebalikan dari "hollowfikasi" ke dalam roh tersebut. Hancurnya batas antara roh biasa dengan roh hollow, yang merupakan inti dari hollowfikasi, terjadi karena dirusaknya keseimbangan batas antara dua roh tersebut. Yang artinya obyek lain yang berkebalikan dengan hollowfikasi akan mengembalikan keseimbangan tersebut dan mencegah hancurnya batas tersebut."

"Aku tak paham" Ucap Isshin jujur.

"Kuambil contoh konkretnya. Aku membuat vaksin dari panah Quincy dan roh manusia, lalu kusuntikkan ke dalam roh shinigami yang sudah terhollowfikasi. Hasilnya, aku berhasil mencegah "bunuh diri roh" dari setiap shinigami yang kusuntik. Tapi vaksin itu cuma bisa mencegah "bunuh diri roh". Untuk menyelamatkan nyawa perempuan itu, mencegah hollowfikasi, dan membiarkannya hidup sebagai manusia biasa, butuh kekuatan yang lebih dari itu. Butuh sesuatu yang bisa berada di dekatnya sampai dia meninggal, sesuatu yang menghalangi proses hollowfikasi. Kekuatan yang kuat dan berlawanan..."

"BOHONG!!!" Teriak Ryuuken tiba-tiba. Otak Putra Ishida ini menangkap setiap ucapan yang keluar dari mulut Urahara. Dia mengerti yang terjadi pada perempuan itu. Isshin hanya menoleh tak mengerti mengapa Ryuuken sampai bisa berteriak seperti itu. Putra shiba itu tak mengerti, tak mengerti apa yang ada dalam pikiran Ryuuken, kenyataan bahwa bukan dirinya --Ryuuken-- yang bisa menjadi harapan pada perempuan itu, di saat seperti ini. "Pa- pasti... pasti ada cara lain..." Ucapannya terdengar lebih pelan, kepalanya menunduk tak berdaya.

"Kau cerdas. Kau langsung paham masalahnya. Aku tahu kau tak akan setuju." Ucap Urahara. "Tapi Itu bukan pilihanmu."

"Yang bisa memilih adalah..."

Mata Ryuuken terpejam, seolah dirinya tak ingin mendengar lebih lanjut kalimat Urahara.

"Kau. Shiba Isshin." Mata Urahara menatap langsung pemuda berambut hitam itu. "Ini Gigai khusus yang kuciptakan. Terbuat dari roh manusia. Tubuh ini membungkus roh yang masuk ke dalamnya supaya bisa menyerupai tubuh manusia. Dengan kata lain, kalau kau masuk ke dalamnya, kau menjadi sesuatu di antara shinigami dan manusia. Kebalikan dari Quincy adalah shinigami. Kebalikan dari Hollow adalah manusia." Ucap Urahara panjang lebar.

"Kalau kau menggunakan ini, kau akan menjadi wujud yang sepenuhnya berkebalikan dari perempuan itu. Ini keputusanmu. Tapi pilihan ini akan banyak merugikanmu. Ketika kau berada dalam tubuh ini, kau bukan hanya tak bisa menggunakan kekuatan shinigami tapi kau juga tak bisa melihat hollow.Dan begitu kau masuk ke dalamnya kau mungkin tak akan bisa jadi shinigami lagi."

Kaki Ryuuken gemetar pelan. Batinnya penuh keraguan. "Terlalu banyak kerugiannya? Ya, ini cuma bakal merugikan shinigami seperti dia. Mustahil dia mau mengorbankan dirinya. Mustahil..."

"Supaya tubuh ini bisa berfungsi sebagai vaksin yang menghalangi hollowfikasi. Aku harus mengikat rohmu dengan benang reishi ke dalam roh perempuan ini dan hollow di dalamnya. Benang ini adalah benang yang mengikat roh. Sangat kuat, selama masih terikat, kau tak akan bisa keluar dari gigai itu. Artinya kau tak akan bisa keluar sampai perempuan itu dan hollow di dalamnya terlepas dari benang itu." Lanjut Urahara. "Dengan kata lain..."

"Iya, iya, paham. Akan kulakukan!" Ucap Isshin langsung.

"Apa?" Kedua tercengang, mereka tidak percaya kalau shinigami ini akan mengambil keputusan secepat ini. Seakan dia tak mendengar apa yang akan dia dapat setelah melakukan hal ini. Namun, memang begitulah dia.

"Kubilang akan kulakukan! Ayo cepat! Penjelasanmu bertele-tele!" Ucap Isshin kembali. "Kita cuma buang-buang waktu kalau begini terus! Ini artinya aku harus berhenti jadi shinigami dan melindunginya seumur hidupku, 'kan?! Jelas akan kulakukan!"

"Kau tak akan menyesal?" Tanya Urahara menyakinkan.

"Jelas aku akan menyesal!nBanyak yang bisa kusesali! Tapi peduli amat?" Jawab Isshin. "Kalau aku membiarkan orang yang menyelamatkanku mati cuma karena hal-hal yang bisa membuatku menyesal, aku bisa malu pada diri sendiri!"

Hening... tak ada yang berkata sepatah katapun setelah itu. Ryuuken sendiri menundukkan kepalanya. Entah apa yang dirasakan oleh pemuda kelahiran Quincy itu, merasa kecewa karena bukan dirinya yang menjadi penyelamat Masaki, mungkin, merasa senang karena ada shinigami yang mau berkorbang demi Masaki, mungkin. Tak ada yang tahu perasaannya saat itu.

"Begitu. Mendekatlah." Pinta Urahara. "Akan kumulai operasinya."

...

Tak butuh waktu lama bagi seorang seperti Urahara melakukan semuanya. Tak ada yang bisa menandingi pengalamannya yang sudah seratus tahun. Dalam beberapa saat, operasinya telah berhasil. Ishiin telah masih dalamgigai khusus buatan mantan Juunibantai Taichou itu. Dan mulai masuk dalam alam bawah sadar Masaki yang sudah terikat dengannya.

Di sana, Masaki mulai mendekat dengan mulut hollow yang memamerkan gigi-gigi putih nan besarnya itu. Mulai terseret ke dalam ruang hampa di balik mulut besar itu. Tak ada yang bisa dia lakukan, tubuhnya hanya bisa hanyut memasuki mulut hollow yang mulai menganga. Namun, seseoarang yang dia yakinin untuk menolong telah berada di sisinya, merangkul tubuh kecilnya.

"Hei. Aku ke sini untuk melindungimu." Iya, Shiba Isshin datang tepat pada waktunya. - See more at: http://barqahs.blogspot.com/2013/04/alur-cerita-bleach-535.html#sthash.VJ5imjix.dpuf

9 Penderitaan yang Ditanggung Anak Indigo

9 Penderitaan yang Ditanggung Anak Indigo

Terlahir sebagai anak Indigo bukanlah sebuah pilihan, tetapi merupakan takdir yang tidak bisa dihindari. Ketika dia menyadari kehadirannya bukan sebagai orang biasa, merasakan kemarahan yang besar terhadap perilaku manusia yang buruk dan jahat, melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain, ingin merubah dunia menjadi lebih baik dengan kekuatan sendiri, saat itu dia tidak bisa lagi melepaskan diri dari tanggung jawab, karena dia sudah menyadari bahwa dia adalah seorang anak Indigo.
Hari-harinya dipenuhi oleh pemikiran-pemikiran yang mendesak, susah tidur dengan tenang, dan penglihatan-penglihatan yang mengganggu pikiran dan perasaan, sepertinya hidupnya sudah ditakdirkan untuk menanggung semua itu. Dia mungkin bisa melupakannya untuk beberapa saat, tetapi pemikiran-pemikiran dan suara-suara akan terus mengisi hari dan malamnya.
Berikut adalah 10 penderitaan yang harus ditanggung oleh anak Indigo sebagai resiko keindigoannya. Dampaknya bisa dikurangi apabila mendapatkan bimbingan dan penyembuhan yang tepat. Bagi sebagian anak Indigo proses penyembuhan bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

REA
D MORE>>>  1. Sakit kepala yang hebat
Hampir semua indigo pernah mengalami sakit kepala yang hebat. Hal ini disebabkan proses berpikir yang keras tanpa dikehendaki, banyak hal yang ingin dilakukan tapi tidak bisa diatasi, dan pikiran yang terlalu luas memasuki hal-hal yang tidak bisa disentuh oleh pemikiran manusia pada umumnya. Kondisi ini memerlukan energi besar dan proses berpikir yang berat.
Terapi obat mungkin bisa membantu, tetapi bersifat non permanen dan beresiko kelebihan pemakaian karena penggunaan yang terus-menerus. Meditasi dan perbaikan aura cakra adalah terapi terbaik, selain bisa dilakukan sendiri juga mempunyai resiko yang lebih ringan. Mungkin juga perlu belajar memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah.

2. Susah tidur
Suara-suara yang mengganggu, penampakan-penampakan, melihat penderitaan alam, sukma yang berjalan kemana-mana, dan pemikiran-pemikiran idealis yang menuntut perwujudan membuat seorang anak indigo susah untuk tidur. Walaupun mata terpejam tetapi tetap mendengar dan berpikir.
Anak Indigo harus belajar untuk sering berkoneksi dengan Tuhan lebih intensif dan berpasrah dengan segenap jiwa kepada-Nya. Lepaskan semua beban pikiran, mintalah pentunjuk dan serahkan kepada-Nya untuk menyelesaikan.

3. Lambung yang lemah
Salah satu organ tubuh yang paling menderita disebabkan stress karena berpikir dengan berat adalah lambung. Lambung yang lemah akan bereaksi negatif berupa produksi asam lambung yang berlebihan pada saat anak Indigo stress. Makan obat sakit lambung secukupnya dan perbanyak ibadah serta lakukan meditasi untuk penenangan.

4. Empati yang menyakitkan
Tidak mudah untuk berempati terhadap penderitaan orang lain, atau alam yang sedang dizholimi oleh manusia-manusia jahat dan serakah, sedangkan sedikit yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan buruk itu. Rasa empati ini sering kali berakibat buruk kepada anak Indigo. Disebabkan kepekaan yang berlebihan pada anak Indigo, rasa empati yang mendalam bisa menjadikan dirinya ikut menderita. Rasa empati terhadap orang yang sakit bisa membuat anak Indigo menderita penyakit yang sama, seperti terjadi penularan walaupun bukan penyakit yang menular.
Untuk mengurangi efek negatif rasa empati yang mendalam ini sebagian anak Indigo mengambil sikap tidak acuh yang berlebihan. Sehingga mereka tampak sebagai anak yang tidak peduli lingkungan sosial dan tidak mau bergaul.
Sebaiknya rasa empati disalurkan ke dalam bentuk tindakan langsung seperti mengobati orang yang sakit atau berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan dan kebaikan orang lain. Penyaluran energi dalam bentuk kepasrahan kepada Tuhan adalah jalan yang paling efektif.

5. Rasa marah yang mendesak
Rasa marah melihat perilaku manusia yang buruk dan jahat adalah alasan utama seorang anak Indigo ingin menunaikan kewajibannya. Rasa marah ini kemudian berwujud menjadi semangat yang besar untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Bagi anak Indigo yang belum menemukan jati dirinya, biasanya rasa marah ini bisa berakibat buruk terhadap perilakunya kepada orang di sekitarnya. Perlawanan dan protes-protes akan selalu ditunjukkannya kepada orang di sekelilingnya, seperti orang tua, saudara-saudaranya dan guru di sekolah yang tidak memahami keadaannya.

6. Kepribadian yang berubah-ubah
Persinggungan anak Indigo dengan dimensi supranatural yang terlalu sering dan mendalam mengakibatkan pengaruh negatif berupa “jejak yang tertinggal”. Hal ini semacam sisa-sisa efek elektromagnetik pada sel-sel otak. Jejak-jejak dimensi lain ini kemudian akan berulang berupa “kunjungan-kunjungan” yang berlanjut.
Karena suara dari dimensi lain itu datang berupa gelombang yang kemudian ditafsirkan sebagai suara di dalam batin, seringkali anak Indigo mengalami efek kebingungan berupa kepribadian ganda. Bahkan seringkali antar “pribadi” terjadi pertentangan pendapat dalam menghadapi suatu permasalahan.
Untuk mengatasi hal ini anak Indigo harus mempertajam indera keenamnya untuk membedakan setiap “pribadi” yang datang. Mungkin diri anak indigo akan menjadi sebuah forum pertemuan berbagai “pribadi”, namun sebagai pribadi yang bebas seorang anak Indigo harus mampu mandiri dan mempunyai pandangan atau keyakinan sendiri yang kuat. Jadikan setiap informasi yang datang sebagai pengetahuan dan dimanfaatkan seperlunya sesuai dengan kebutuhan.

7. Dilematis
Ada sebagian anak Indigo – umumnya yang sudah menginjak remaja – yang mengalami kebingungan untuk memilih antara dua hal, apakah akan terus menjadi anak Indigo dengan segala atribut dan tanggung jawabnya atau berusaha memadamkan keindigoannya dan tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di sekitarnya. Kedua pilihan itu sama-sama tidak enak, terlebih-lebih kalau harus memadamkan keindigoan sedangkan tuntutan tanggung jawab terus mengejar-ngejar. Bisa-bisa hidup seorang Indigo akan dihantui perasaan bersalah sampai dewasanya.

8. Cap “aneh”
Cap “aneh” sebetulnya hal lumrah bagi seorang Indigo. Tetapi stempel “aneh” ini akan menjadi permasalahan serius bagi anak-anak yang belum bisa menerima penolakan lingkungan. Perlu pengertian orang tua dan orang di sekitarnya untuk tidak terlalu memposisikan anak Indigo sebagai “alien” di lingkungannya sendiri.

9. Dijauhi teman-teman
Beberapa anak Indigo dijauhi dalam pergaulan teman sebayanya karena dia lebih sering menjadi “orang tua” bagi teman-temannya, ketimbang sebagai teman bermain. Peringatan-peringatan, nasehat dan larangan-larangan membuat anak-anak lain jengkel dan menjauh.
Walaupun kesendirian lebih disukai oleh anak Indigo daripada berkumpul dengan teman-temannya, sebaiknya dia tetap harus bersosialisasi dengan tetap bersekolah dan bermain bersama keluarga.
Bagi para orang tua dan guru anak-anak Indigo hendaknya memahami bahwa anak Indigo mempunyai kondisi kejiwaan yang khusus. Pemahaman orang-orang di sekitarnya atas keadaan mereka akan sangat membantu penyembuhan luka batin yang dialaminya. Menjadi tanggung jawab kita bersama menghantarkan mereka menuju keberhasilan hidup di masa dewasanya kelak.

LEAP MOTION


Say goodbye to your mouse and keyboard.

Leap represents an entirely new way to interact with your computers. It’s more accurate than a mouse, as reliable as a keyboard and more sensitive than a touchscreen.  For the first time, you can control a computer in three dimensions with your natural hand and finger movements.
This isn’t a game system that roughly maps your hand movements.  The Leap technology is 200 times more accurate than anything else on the market — at any price point. Just about the size of a flash drive, the Leap can distinguish your individual fingers and track your movements down to a 1/100th of a millimeter.
This is like day one of the mouse.  Except, no one needs an instruction manual for their hands.


Get ready, get set, go.

We asked one simple question: ‘What feels natural?’. Using a Leap is easy.  And the next thing you know, a swipe in the air leads to a swipe of the page.  So that nice LED display remains clean and untouched, as it should be.
Setup is just as intuitive.  Plug the LEAP into a USB port.  Load the Leap Motion software. Do a quick wave to calibrate. That’s it.
In minutes, you’ll be able to interact with your desktop using natural hand and finger movements.
It sounds too good to be true, we know.  But, that’s what we specialize in around here.



We are changing the world

Two or three hundred thousands lines of code later, we’ve figured out how to use the Leap to create an interaction space around your computer, in 3D.  Able to distinguish thumbs from fingers, and even handheld items like pencils.  This allows users to interact like never before, using only natural movements.
And we went a step further. You will be able to create custom gestures that fit how you want to use your computer. You can even network more than one Leap device, to create even larger interaction areas.
We’ve been able to link Leap to dozens of applications and operating systems.
But this is just the beginning.  As our development community builds, who knows what the future holds?


FAQs

GENERAL

What exactly is The Leap?
The Leap is a small iPod sized USB peripheral that creates a 3D interaction space of 8 cubic feet to precisely interact with and control software on your laptop or desktop computer. It’s like being able to reach into the computer and pull out information as easily as reaching into a cookie jar.
The Leap senses your individual hand and finger movements independently, as well as items like a pen. In fact, it’s 200x more sensitive than existing touch-free products and technologies. It’s the difference between sensing an arm swiping through the air and being able to create a precise digital signature with a fingertip or pen.
What can I do with The Leap? 
The possibilities are endless, really. Computer power has grown exponentially over the years, but the way we interact with those computers has not. With LEAP, virtually every kind of application, across every industry, can be re-imagined.
Art. Healthcare. Engineering. Operating Systems.  Gaming. If you can imagine it, we’re pretty confident there’s a remarkable member of our developer community who is already working to create it.
What is Leap Motion technology?
Leap Motion technology is a breakthrough in computer interaction, using a patented mathematical approach to 3D, touch-free motion sensing and motion control software that’s unlike anything that currently exists on the market or in academia. Developed over the past 4 years, Leap Motion moves far beyond the current technologies designed for distant arm waving.
How much does The Leap cost?
The Leap will retail for $69.99, and a limited number are currently available for pre-order at LeapMotion.com.
How does The Leap impact computing?
For decades people have been given a dream of what computers would be – from Star Trek holosuites to Tom Cruise swiping through Minority Report’s 3D computer interface. But it’s never made it out of the lab and into real life – until now. The ability to control any computer with nuanced hand and finger movements will fundamentally transform the way people interact with computers.
Who is The Leap ideal for?
Everyone! We envision a day in the near future when our motion control technology will be used in most consumer products – not just computers, but cars, appliances, medical devices, light switches and more. There are already many great uses for a variety of people.
  • Artists and creative types can use The Leap to emulate a stylus or easily create 3D images.
  • Anyone can use The Leap to interact with Windows 7/8 or Mac OS X by clicking, grabbing, scrolling and using familiar gestures like pinch to zoom in 3D space.
  • Users pointing a pen at the signature line of a document to sign it in space.
  • Engineers can interact more easily with 3D modeling software.
  • Gamers can play more easily and many will modify with Leap in mind.
  • Surgeons can control 3D medical data with their hands without taking off their gloves.
Who is LEAP? How did you get started?
The original inspiration behind Leap came from our frustration with 3D modeling— something that took 10 seconds in real life would take 30 minutes with a computer.  Molding virtual clay with a computer should be as easy as molding clay in the real world. The mouse and keyboard were simply getting in the way.
Could we figure out a way to control computers in a better, more natural way—and without settling for the limitations of available technology? After four years of hard work, we’ve got the answer. Now it’s time to have fun.
What makes Leap Motion stand out?
Leap Motion is the only technology focused on bringing motion control to the desktop – rather than trying to take what’s been built for TV (large gesture sensing) and make it work for computers. We incorporate natural motions and finger tracking in far greater detail and sensitivity, than any product on the market. The Leap is ~100x more accurate than any other motion sensing/natural user interface on Earth.
How do I pre-order a LEAP?
We have a limited number available for our first shipment this winter. Early birds catch the worm – so click here to order. We won’t charge you until the product is ready to ship.
How can I get a free developer kit?
We’re distributing thousands of kits to qualified developers, because, well, we want to see what kinds of incredible things you can all do with our technology. So wow us. Actually, register to get the SDK and a free Leap device first, and then wow us.
Do you support windows?
Yes! We also support native touch emulation for Windows 8.
How about Linux?
Linux support is on the agenda.
When do dev-kits ship
Depending on which batch you’re in; anywhere from 1-3 months.
What are the tech specifications for the LEAP?
TBD.
What if I have a question that is not covered here?
We have full-time staff dedicated to community outreach. Write community@leapmotion.com.
Why does Leap Motion matter? What problem do you solve?
Computers have always been remarkable. The ways we’ve connected to those computers, however, have always struck us as clunky. Typing? Seriously? That’s fine for writing a novel. But it’s hardly the most natural, intuitive way to communicate.
It may seem unorthodox, but remember: all the big innovations have been viewed that way, too. Wireless. The horseless carriage.
Who are your partners?
Our partners include many of the world’s largest companies. In the consumer electronics space for example, we expect to integrate our technology into tablets, smart phones, laptops and game systems.
Tell me about the Leap Motion team.
Our initial technology breakthrough came from co-founder and CTO David Holz. David was working on a PhD in mathematics from UNC Chapel Hill and left to pursue Leap Motion. Before that, he was conducting research for NASA on fluid mechanics.
Michael Buckwald is the CEO and co-founder. Prior to founding Leap Motion, Michael was the CEO of Zazuba.com.
Michael and Dave are childhood friends from Florida.

tips memilih parcel lebaran

Tips Memilih Parcel Lebaran

"Tradisi mengirimkan bingkisan parcel di hari lebaran menjadi lahan bisnis bagi pelaku usaha parcel musiman skala rumah tangga maupun produsen parcel skala besar"

tips memilih parcel lebaran 200x134 Tips Memilih Parcel Lebaran
Lebaran telah tiba, inilah moment tepat untuk saling mengeratkan silaturahmi, berkumpul bersama keluarga dan juga mengunjungi kerabat serta sahabat. Menyambut hari raya Idul Fitri, sebagian masyarakat terbiasa melengkapi moment suci ini dengan bingkisan parcel untuk diberikan pada orang-orang terkasih.
Tradisi inilah yang sering dijadikan sebagai peluang bisnis bagi para pelaku usaha parcel musiman skala rumah tangga maupun produsen parcel skala besar. Parcel yang ditawarkan pun sangat beragam mulai dari parcel produk makanan, parcel aneka souvenir, sampai parcel pecah belah.
Banyaknya pedagang parcel yang bermunculan pada moment lebaran memang membuat kita memiliki banyak pilihan dari segi harga dan jenis parcel yang diinginkan. Namun jangan salah, banyaknya produk parcel yang ditawarkan membuat kita juga harus ekstra hati-hati dalam memilihnya, apalagi untuk jenis parcel yang berisi produk makanan. Tidak semua makanan yang ada di dalam parcel tersebut dari produk halal, jadi bagi masyarakat muslim wajib bagi kita untuk cermat dan teliti sebelum membeli parcel.
Agar Anda tidak salah memilih produk parcel, berikut ini kami berikan tips memilih parcel lebaran yang dapat membantu Anda dalam mempersiapkan parcel di hari spesial. 
1.Amati Produk
       Parcel biasanya disajikan dengan cara ditumpuk kemudian di tata dalam keranjang dan dikemas menggunakan plastik transparan. Ini kadang sedikit mempersulit kita dalam mengamati isi parcel tersebut. Usahakan cari parcel yang dapat kita lihat dengan jelas apa saja produk makanan di dalamnya. 
2.Label Halal
      Untuk menjamin kehalalan produk makanan pilihlah produk makanan yang memiliki label MUI. Namun Anda juga harus berhati-hati karena sekarang juga ada logo halal yang belum tentu berdasarkan sertifikasi halal MUI.
parcel lebaran2 200x200 Tips Memilih Parcel Lebaran

Kini banyak produk makanan asing yang masuk ke Indonesia dengan ingredients (bahan) yang sulit di baca dan di pahami. Biasanya terjadi pada makanan yang berasal dari Cina, Korea dan lain-lain. Untuk menghindari keraguan mengenai kehalalan produk tersebut, lebih baik tidak memilih produk ini dengan alasan keamanan dan kenyamanan penerima parcel.
3.Kemasan
        Kemasan fisik merupakan hal yang paling mudah diamati. Perhatikan benar tampilan kemasannya apakah rusak, penyok, berkarat dan pada produk kaleng bisa terjadi menggembung atau bocor. Karena kemasan memiliki fungsi sebagai pelindung produk di dalamnya, jadi jika kemasan luarnya rusak maka bisa dipastikan produk di dalamnya pun dikhawatirkan tidak layak konsumsi.
4.Expired
         Informasi batas penggunaan produk atau tanggal kadaluarsa sangat penting pada sebuah produk. Ini adalah salah satu point penting yang menentukan layak tidaknya produk tersebut digunakan. Teliti benar sebelum membeli karena biasanya informasi tersebut di cantumkan dengan tulisan kecil.
5.Legalitas
        Legalitas sebuah produk biasanya terlihat dari ada atau tidak adanya nomor MD, ML maupun SP dari produk tersebut. Nomor ini dikeluarkan oleh BPOM yang menunjukan izin kelayakan makanan tersebut untuk dikonsumsi dan diedarkan kepada masyarakat luas.
Nah, setelah membahas beberapa tips penting dalam memilih parcel. Kini saatnya Anda mempraktekannya langsung sebelum menjalankan bisnis parcel lebaran. Manfaatkan peluang pasar yang ada, dan dapatkan untung yang sebesar-besarnya. Selamat berkarya dan salam sukses.

with me - sum 41

I don’t want this moment to ever end
Where everythings nothing without you
I’ll wait here forever just to, to see you smile
’Cause it’s true, I am nothing without you

Through it all, I made my mistakes
I stumble and fall, but I mean these words
I want you to know
With everything I won’t let this go, these words are my heart and soul
I’ll hold on to this moment you know, ’cause I’d bleed my heart out to show
And I won’t let go
Thoughts read unspoken, forever in doubt
Pieces of memories fall to the ground
I know what I didn’t have so, I won’t let this go
’Cause it’s true, I am nothing without you
All the streets where I walked alone, with nowhere to go
I’ve come to an end
I want you to know
With everything I won’t let this go, these words are my heart and soul
I’ll hold on to this moment you know, ’cause I’d bleed my heart out to show
And I won’t let go
In front of your eyes, it falls from the skies
When you don’t know what you’re looking to find
In front of your eyes, it falls from the skies
When you just never know what you will find (what you will find)
I don’t want this moment to ever end
Where everythings nothing without you
I want you to know
With everything I won’t let this go, these words are my heart and soul
I’ll hold on to this moment you know, ’cause I’d bleed my heart out to show
And I won’t let go (I want you to know)
With everything I won’t let this go, these words are my heart and soul
I’ll hold on to this moment you know, ’cause I’d bleed my heart out to show
And I won’t let go

MORTE





Di anak tangga ke-1, ada sehelai mawar kering
Di anak tangga ke-2, ada boneka beruang yang kehilangan kepalanya
Di anak tangga ke-3, ada ceceran darah
Di anak tangga ke-4, ada sepotong tangan yang menggenggam surat cinta
Di anak tangga ke-5, ada sebuah liontin foto
Di anak tangga ke-6, ada sepasang sepatu mungil
Di anak tangga ke-7, ada anak perempuan yang tertidur
Di anak tangga ke-8, ada kucing yang menggigit ekornya
Di anak tangga ke-9, ada anak laki-laki yang mencari teman bermain
Di anak tangga ke berapa kamu akan berhenti?

Story:
Eris dan Oriel adalah dua orang anak perempuan kakak-beradik. Karena suatu hal, mereka dititipkan pada keluarga paman dan bibinya. Seperti yang selalu terjadi, di tempat tinggal barunya ini Eris diperlakukan dengan dingin. Sebaliknya, Oriel sang adik mendapat perlakuan istimewa. Eris yang sudah terbiasa, tidak ambil pusing dengan hal ini.
Di sekolah barunya, Eris berteman dengan Reed. Dalam waktu singkat, mereka telah menjadi akrab, sehingga Oriel merasa agak kesepian. Sementara itu, Eris sebagai anak baru, ditantang oleh teman2nya untuk menaruh pin sekolah di tangga rumah keluarga Leister, yang konon berhantu!
Suatu hari, Eris yang mood-nya sedang sangat buruk, berdiam diri di kamar. Ketika Oriel masuk, tanpa pikir panjang ia mengucapkan sesuatu yang menyakitkan, sehingga Oriel langsung berkelebat pergi. Ketika Oriel sedang berteduh dari hujan di teras rumah keluarga Leister, tiba2 pintu di belakangnya terbuka. Dan dari dalam rumah yang seharusnya kosong itu terdengar suara… Hey! Main yuk…

KARAKTER:

>> Eris
Anak yang cenderung menutup diri akibat perlakuan orang2 di sekitarnya. Eris merupakan anak ibunya dengan pria lain, meskipun ia telah menikah. Karena itulah, keberadaan Eris sering memicu pertengkaran ayah-ibunya, sehingga ia seperti seseorang yang ‘tidak diinginkan’ oleh keluarganya. Eris memiliki ‘kompleks’ terhadap Oriel, membenci sekaligus menyayangi sang adik…

>> Oriel
Adik Eris yang berumur 10 tahun. Oriel sebenarnya hanyalah anak angkat, namun ia sangat disayang oleh ayah, ibu, dan anggota keluarga besar mereka. Gadis kecil ini sangat menyayangi kakaknya, bahkan ia tidak ragu-ragu menentang siapapun yang menyakiti sang kakak.

>> Reed
Teman sekelas Eris, yang entah kenapa bisa sangat klop dengan gadis itu. Ia tidak percaya ada ‘hantu’ di rumah Leister. Reed memiliki teori sendiri, bahwa isu hantu maupun teka-teki anak tangga di rumah itu ada hubungannya dengan peristiwa pembunuhan bertahun-tahun silam.

End Note:
Seperti biasa, EKYU menghadirkan kisah yang beraura kelam. Judul ‘morte’ sendiri, dalam bahasa Perancis, Itali, dan Portugis, berarti ‘kematian’. Artwork dalam MORTE memiliki ciri khas tersendiri. Kisah ini juga memiliki plot dan alur yang baik, hanya kadang ada bagian yang susah dimengerti.

Nickelback Lullaby Lyrics

Well I know the feeling
Of finding yourself stuck out on the ledge
And there ain't no healing
From cutting yourself with the jagged edge

I'm telling you that
It's never that bad
And taking that something is where at
Lay down on the floor
And your not sure
You can take this anymore

So just give it one more try
To a lullaby
And turn this up on the radio
If you can hear me now
I'm reaching out
To let you know that you're not alone
And you can't tell
I'm scared as hell
Cause I can't get you on the telephone
So just close your eyes
Well honey here comes a lullaby
Your very own lullaby
[ Lyrics from: http://www.lyricsfreak.com/n/nickelback/lullaby_20984735.html ]
Please let me take you
Out of the darkness and into the light
Cause I have faith in you
That you're gonna make it through another night
Stop thinking about
The easy way out
There's no need to go and blow the candle out
Because you're not done
You're far too young
And the best is yet to come

So just give it one more try
To a lullaby
And turn this up on the radio
If you can hear me now
I'm reaching out
To let you know that you're not alone
And you can't tell
I'm scared as hell
Cause I can't get you on the telephone
So just close your eyes
Well honey here comes a lullaby
Your very own lullaby

Well everybody's hit the bottom
And everybody's been forgotten
When everybody's tired of being alone
Yeah everybody's been abandoned
And left a little empty handed
So if you're out there barely hanging on

Just give it one more try
To a lullaby
And turn this up on the radio
If you can hear me now
I'm reaching out
To let you know that you're not alone
And you can't tell
I'm scared as hell
Cause I can't get you on the telephone
So just close your eyes
Well honey here comes a lullaby
Your very own lullaby

Well honey here comes a lullaby
Your very own lullaby